#BatikIndonesia Dalam Globalisasi (Batik Indonesia Untuk Dunia)

Michael Yuli Arianto

Di era dahulu, batik merupakan komoditas bernilai tinggi, batik bukan saja merupakan produk sandang, namun juga simbol status sosial penggunanya. Batik umumnya hanya digunakan oleh kaum berada seperti bangsawan atau saudagar kaya, termasuk dengan adanya beberapa corak batik tertentu yang hanya boleh digunakan oleh golongan kerajaan. Batik berasal dari kata “amba” yang berarti menggambar, dan “nitik” yang berarti titik. Motif batik dibuat dengan menciptakan pola-pola tertentu dengan cara menitikan malam atau lilin yang dicairkan dengan menggunakan alat bernama canting, umumnya diaplikasikan dalam media kain, proses ini membuat sehelai kain batik membutuhkan waktu hingga berhari-hari dalam proses pembuatannya, yang membuat harganya menjadi mahal dan tidak dapat dijangkau oleh seluruh kalangan.

Kini batik bukan lagi monopoli kaum berada, di Indonesia, batik umum digunakan oleh orang dari berbagai kelas sosial, munculnya teknik cap membuat harga jual kain batik menjadi dapat dijangkau oleh kelas menengah di Indonesia. Dan kemudian teknik printing yang membuat harga…

View original post 958 more words

Advertisements

Published by

babahboim

Social Activism | Photography | Writer at Goodnewsfromindonesia.org | Melihat segala sesuatu dengan faham terbalik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s